Budidaya Ikan Wader Pada Kolam Sederhana

Budidaya Ikan Wader Pada Kolam Sederhana

Budidaya Ikan Wader Pada Kolam Sederhana

Ikan Wader merupakan tidak benar satu jenis ikan kecil yang terhitung didalam famili Cyprinidae. Ikan wader banyak di temukan di perairan Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok. Namun ikan ini terhitung mampu kami temukan di perairan Indocina dan Filipina. Di Indonesia, ikan wader punya beraneka sebutan yang berlainan antara lain wader atau wader cakul (Jawa), beunteur (Sunda), puyan (Bjr.), tanah atau sepadak (Bengkulu), wader pari, lunjar andong, lunjar pari (Jawa), seluang, paray (Sunda), ikan cere, cecereh (Betawi), seluang, pantau (Sumatera), dan bada (Badar).

Budidaya Ikan Wader Pada Kolam Sederhana

Ikan wader merupakan ikan yang berukuran kecil hingga sedang, maksimal panjangnya 100 mm. Pada habitat aslinya, ikan wader mampu meraih panjang 170 mm atau 17 cm. Ciri lain ikan wader yaitu punya kumis (sungut) yang berjumlah empat helai pada ujung moncongnya.

Selain itu, ikan wader membawa gurat-guratan prima pada sisi-sisi tubuhnya yang berjumlah 23-27. Pada sirip dorsal (punggung) nya punya 4 duri dan 8 jari-jari lunak, dan duri yang paling akhir umumnya bergerigi.

Ikan wader umumnya berwarna abu-abu kehijauan, zaitun, keperakan bersama dengan warna lebih gelap di anggota punggungnya sesudah itu lama kelamaan memucat. Bagian dada dan perut ikan wader berwarna putih. Saat tetap kecil, ikan ini membawa dua bintik kasar yang terdapat di pangkal sirip dorsal dan di sedang batang ekor. Selain itu, ada pula yang membawa 1-3 bintik. Dan bintik berikut bakal memudar dan menghilang sejalan bersama dengan berjalannya waktu.

Habitat Ikan Wader
Pada habitat aslinya di alam bebas, ikan wader banyak dijumpai di daerah sekitar pantai hingga ketinggian 2000 mdpl. Ikan ini ditemukan berkelompok bersama dengan spesies wader lainnya pada parit-parit dangkal yang jernih, sungai kecil di pegunungan, sungaiberukuran menengah hingga sungai besar sekalipun. Dapat terhitung ditemukan di aliran sungai yang beraliran lambat dan danau.

Ikan wader merupakan hewan omnivora, yait pemakan segalanya mulai berasal dari plankton, larva serangga hingga tumbuhan-tumbuhan hijau di sekitarnya. Dalam beregenerasi, ikan wader umumnya memijah di perairan terbuka dikala hari menjelang gelap. Ikan wader mampu bertelur sebanyak 200-500 butir didalam sekali bertelur. Telur ikan wader umumnya menempel di antara tumbuh-tumbuhan air.

Telur ikan wader bakal menetas didalam sementara 48 jam. Selama lebih dari satu hari sehabis menetas, burayak wader bakal bernaung di sela-sela daun tanaman air. Burayak ikan wader kerap jadi sasaran lezat bagi predatornya. Bahkan kadangkala ikan wader dewaqsa terhitung kerap memangsanya.

Kandungan Nutrisi Ikan Wader
Sama halnya bersama dengan ikan konsumsi lainnya, ikan wader punya takaran nutrisi yang cukup baik. Berikut nutrisi-nutrisi yang terdapat pada ikan wader :

Kalori : 84
Lemak : 2,3 gram
Protein : 14,8 gram
Zat besi : 0,3 mg
Kolesterol : 58 mg
Kalsium
Dengan komposisi nutrisi yang terdapat pada ikan wader tersebut, ikan wader punya faedah untuk :

Menunjang era perkembangan anak
Meningkatkan kecerdasan pada otak anak
Menguatkan tulang dan gigi
Cemilan yang sehat dan bergizi
Langkah-langkah Budidaya Ikan Wader
Persiapan Indukan
Sebelum mengawali budidaya ikan wader, yang pertama kali harus dipersiapkan adalah menyiapkan indukan. Berikut ciri-ciri yang membedakan antara ikan wader pejantan dan betina.

Jantan
Postur tubuh lebih ramping
Memiliki 2 lubang kelamin
Berumur sekurang-kurangnya 6 bulan
Ketika diurut, lubang kemaluan bakal mengeluarkan sperma (cairan berwarna putih)
Betina
Postur tubuh lebih besar dan gendut
Memiliki 3 lubang kelamin
Berumur sekurang-kurangnya 6 bulan
Ketika diurut lubang kelaminnya, bakal mengeluarkan telur

Persiapan Kolam
Ketika budidaya ikan wader kami membutuhkan 2 buah kolam. Satu kolam digunakan untuk indukan dan daerah pemijahan. Kolam yang lain digunakan sebagai daerah penampungan semantara bagi burayak atau anakan ikan wader.

Berikut tahap-tahap persiapan kolam :

Pengeringan
Dilakukan bersama dengan target untuk membersihkan kolam berasal dari sisa budidaya di awalnya dan mematikan bibit-bibit penyakit.

Pengapuran
Dilakukan menggunakan kapur Dolomit atau Zeolit bersama dengan dosis 60 gr per m2 untuk mengembalikan tingkat kasaman tanah pada basic kolam dan untuk mematikan bibit penyakit yang belum mati pada sementara proses pengeringan.

Perlakuan TON
TON diberikan untuk menetralkan beraneka racun dan gas beresiko akibat berasal dari pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya. TON diberikan menggunakan dosis 5 botol TON per 1 hektar tanah atau 25 gr ( 2 sdm) per 100 m2 persegi. Pupuk kandang terhitung mampu ditambahkan sejalan bersama dengan pemberian TON untuk meningkatkan kesuburan lahan.

Pemasukan air
Air dimasukkan secara bertahap, bagian pertama dimasukkan setinggi 30 cm dan dibiarkan sepanjang 3-4 hari untuk mengimbuhkan sementara plankton untuk tumbuh. Plankton nantinya bakal jadi pakan alami ikan wader.

Memasukkan dan Memisahkan Indukan
Masukkan indukan wader ke didalam kolam pemijahan. Indukan wader harus diberi asupan makanan yang berkualitas. Pakan mampu berwujud ampas mengetahui atau pelet supaya gonad matang sempurna. Gonad betina inilah yang nantinya bakal membuahkan gamet dan mampu mengundang induk wader jantan untuk membuahi telur yang ada.

Biarkan ke-2 indukan sepanjang 2 hari hingga gonad meraih proses kematangan prima yang sesudah itu bakal berlanjut ke proses pemijahan secara alami. Saat gonad telah siap untuk dibuahi, induk wader betina bakal mengeluarkan gonad telur yang diap untuk dibuahi induk wader jantan. Diamkan sepanjang 24 jam hingga telur-telur menetas.

Memisahkan Benih dan Larva
Setelah telur menetas, burayak atau anakan wader segera dipindahkan ke kolam ke-2 (kolam penampungan anakan). Hingga usia 7 hari, anakan wader tidak harus diberi makan karena tetap membawa cadangan makanan berasal dari telurnya.

Posted on: September 22, 2018, by :