Teknik Budidaya Lele Sangkuriang Cepat Panen

Teknik Budidaya Lele Sangkuriang Cepat Panen

Teknik Budidaya Lele Sangkuriang Cepat Panen

Lele Sangkuriang yaitu lele dumbo strain baru yang merupakan hasil dari rekayasa genetik yang dijalankan oleh BBAT Sukabumi dengan obyek untuk perbaikan kualitas ikan lele. Lele sangkuriang pertama kali diresmikan terhadap th. 2004 oleh Departemen Kelautand an Perikanan, sedangkan penelitiannya udah dijalankan sejal th. 2002. Penelitian oleh BBAT berikut berawal dari kegalauan para peternak lele sebab menurunnya kualitas lele dumbo sebab kesalahan persilangan dan pengaruhi benih yang dihasilkan. Hingga akhirnya dijalankan usaha untuk mengembalikan sifat unggulnya dengan cara back cross atau persilangan balik.

Teknik Budidaya Lele Sangkuriang Cepat Panen

Hasil penelitian dan usaha berikut dapat menjawab permohonan masyarakat perihal nilai kualitas ikan lele yang lebih baik. Untuk pas ini, lele sangkuriang jadi trend yang mengimbuhkan kesempatan usaha dengan prospek yang bagus untuk banyak orang. Berbagai type ikan lele udah banyak dibudidayakan di tempat Pulau Jawa dan Sumatera. Dan lele sangkuriang kini jadi object budidaya favorit bagi banyak orang sebab sebagian kelebihan dan keuntungan yang dimilikinya. Budidaya lele sangkuring udah banyak digemari masyarakat Indonesia dan udah berkembang dimana-mana.

Persiapan Kolam
Proses Pengolahan Kolam Tanah / Beton
Pengeringan
Dilakukan dengan obyek untuk membersihkan kolam dari sisa budidaya pada mulanya dan mematikan bibit-bibit penyakit.

Pengapuran
Dilakukan gunakan kapur Dolomit atau Zeolit dengan dosis 60 gr per m2 untuk mengembalikan tingkat kasaman tanah terhadap dasar kolam dan untuk mematikan bibit penyakit yang belum mati terhadap pas proses pengeringan.

Perlakuan TON
TON diberikan untuk menetralkan beragam racun dan gas berbahaya akibat dari pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya. TON diberikan gunakan dosis 5 botol TON per 1 hektar tanah atau 25 gr (2 sdm) per 100 m2 persegi. Pupuk kandang termasuk dapat ditambahkan bersamaan dengan pemberian TON untuk meningkatkan kesuburan lahan.

Pemasukan air
Air dimasukkan secara bertahap, tahap pertama dimasukkan setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk mengimbuhkan pas plankton untuk tumbuh. Plankton nantinya akan jadi pakan alami ikan lele.

Proses Pengolahan Kolam Terpal
Penggunaan kolam terpal dapat menghemat penggunaan lahan. Sehingga kendati kondisi lahan kecil, Anda senantiasa dapat memaksimalkan hasil mengolah ikan lele. Berikut ini sebagian spesifikasi sedikitnya yang kudu diterapkan pas pembuatan kolam terpal :

Ukuran ideal kolam terpal 2 x 7 x 0,7
Kedalaman air 40 cm
Menambahkan oksigen dengan pompa hawa 12 lubang
Menggunakan mesin pompa air kolam untuk membawa dampak air mengalir
Kolam terpal mempunyai banyak kelebihan dibandingkan kolam type lain, terlebih untuk budidaya ikan lele. Beberapa kelebihan kolam terpal yaitu :

Hasil budidaya ikan lele terhadap kolam terpal condong tidak berbau tanah
Temperatur air terhadap kolam terpal condong stabil
Memanen ikan lele termasuk lebih mudah
Dapat dibuat kolam mini untuk tempat yang minim air
Biaya pembuatan kolam termasuk lebih rendah
Kolam terpal enteng dibersihkan
Untuk kolam terpal, sebagian persiapan yang kudu dijalankan adalah :

Membersihkan bak dari kotoran sisa budidaya sebelumnya
Penjemuran kolam agar kering dan mamtikan bibit penyakit
Pada kolam terpal, pemasukan air dapat segera penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis yang sama.
Persiapan Bibit Lele
Pilih bibit lele sangkuriang yang memiliki kualitas baik atau unggul. Karena penentuan bibit yang unggul akan berpengaruh terhadap ikan lele yang dihasilkan dan kesuksesan budidaya. Cara paling simple untuk memastikan bibit lele yang bagus yaitu bibit lele berwarna cerah (tidak pucat), tiak cacat fisik, tidak sedang terserang hama atau penyakit dan bergerak lincah. Bibit lele sangkuriang yang memiliki kualitas umumnya berasal dari indukan lele yang memiliki kualitas pula.

Bibit lele sangkuriang sebelum akan ditebarkan ke kolam, di sterilkan terlebih dahulu dengan larutan KM5NO4. Rendam bibit lele ke di dalam larutan berikut selama kurang lebih 10 menit agar bibit terbebas dari penyakit.

Penebaran bibit sebaiknya dijalankan terhadap pagi atau sore hari saat matahari tidak bersinar terik dan suhu hawa masih di dalam kondisi normal (tidak sangat panas). Sebelum bibit lele sangkuriang ditebar ke kolam, bibit termasuk diaklimatisasi terlebih dahulu dengan cara meletakkan plastik packing agar mengapung diatas air kolam budidaya agar bibit beradaptasi dengan suhu air kolam. https://www.budidayaternak.com/

Ikan lele sangkuriang siap panen yaitu udah meraih bobot antara 200-250 gram per ekor dengan panjang 15-20 cm. Untuk meraih bobot tersebut, umumnya memerlukan pas pembesaran 130 hari. Pemanenan dijalankan dengan cara menyurutkan air kolam dan ikan lele akan berkumpul di kamalir atau kubangan. Cara lain yaitu dengan gunakan pipa ruas bambu yang diletakkan terhadap dasar kolam, saat air terasa disurutkan, ikan lele akan masuk ke di dalam ruas bambu atau paralon dan ikan enteng diangkat. Ikan lele yang berhasil ditangkap sesudah itu dikumpulkan ke di dalam wadah berbentuk ayakan atau happa yang dipasang di kolam yang airnya tetap mengalir untuk diistirahatkan sebelum akan iakan hasil panen berikut diangkut untuk dipasarkan. Pengangkutan ikan lele dapat gunakan keramba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan diisi dengan sedikit air.

Posted on: September 22, 2018, by :