Asosiasi: Start Up Seumur Jagung Banyak Tumbang

Asosiasi: Start Up Seumur Jagung Banyak Tumbang – Perusahaan rintisan semakin semakin banyak sejalan dengan digaungkanya industri 4.0 ekonomi digital di Indonesia. Namun, Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) mengakui tidak sedikit dari start-up tumbang, sebenarnya usianya baru seumur jagung.

Ketua Umum idEA Ignatius Untung mengungkapkan beberapa dalil utama start-up di Indonesia melulu seumur jagung. Pertama, kurangnya peluang untuk mentoring dengan perusahaan start-up yang sukses.

Ignatius mengatakan tidak sedikit dari founder startup ini belum mempunyai pengalaman dalam bisnis digital atau pengetahuan guna mengoperasikan perusahaan.

“Start-up itu tidak sedikit gagal sebab tidak punya peluang untuk mentoring. Sebenarnya bila dilihat, pelaku startup adalahorang yang tidak mempunyai pengalaman kerja, dengan kata lain belum tahu bagaimana menjalankan bisnis,” kata Ignatius di bilangan SCBD, Jakarta Selatan.

Ignatius mengatakan bilamana para pelaku start-up baru ini bertemu dengan pebisnis sukses, maka tingkat keberhasilan start-up dinilai ini dapat meningkat.

“Wawasan ke orang yang lebih pengalaman, tersebut yang bakal membantu. Ketika bertemu dengan orang yang lebih empiris dan benak terbuka.. Dengan begitu mudah-mudahan berhasil rate-nya bakal naik,” kata Ignatius.

Berdasarkan keterangan dari Ignatius rata-rata usia start-up di Indonesia melulu satu hingga dua tahun. Ia dapat memperkirakan dalam satu hingga dua tahun tersebut start-up beroperasi dengan memakai modal pribadi.

“Biasa pakai duit sendiri dulu, yang gugur di sini banyak. Biasanya 1 hingga 2 tahun maksimal,” kata Ignatius.

Tahap selanjutnya ialah mengamankan putaran pendanaan seri A lantas seri B. Apabila start-up sudah menyelamatkan pendaan seri B, Ignatius menuliskan start-up ini telah kokoh.

“Biasanya kalo telah ada di Seri B, relatif bertahan sebab investor yang masuk banyak. Yang taruh keyakinan bisnis di sini sudah tidak sedikit tidak satu atau dua orang. Kalo telah seri A dan seri B ini investor telah tahu start-up ini jalan ini atau tidak,” Ignatius. Sumber¬†sekolahan.co.id

Posted on: November 23, 2018, by :