Pengertian Improvisasi dalam Pementasan Sebuah Drama

Pengertian Improvisasi dalam Pementasan Sebuah Drama

Pengertian Improvisasi dalam Pementasan Sebuah Drama

 

Pengertian Improvisasi

Improvisasi merupakan cara pengungkapan yang dilakukan secara spontan atau tanpa terencana terlebih dulu. Biasanya drama yang bersifat improvisasi hanya menggunakan kerangka naskah yang menyajikan kronologi cerita.

 

Bermain Peran dengan Improvisasi

Dalam hal ini, kalian perlu melakukan teknik improvisasi. Improvisasi merupakan cara pengungkapan yang dilakukan secara spontan atau tanpa terencana terlebih dulu. Biasanya drama yang bersifat improvisasi hanya menggunakan kerangka naskah yang menyajikan kronologi cerita.

Perhatikan contoh kerangka naskah berikut ini!

Suatu ketika di sebuah perkampungan terjadi perselisihan antara dua keluarga, yaitu keluarga Mustafa dengan Margono. Perihalnya adalah masalah utang piutang. Pada saat itu Margono hendak menagih utang kepada Mustafa, sebagaimana Mustafa telah menjanjikan untuk melunasinya dengan seekor kerbau. Namun, saat itu Mustafa berkelit dengan alasan kerbaunya sedang menyusui.

Berdasarkan kerangka tersebut

kalian dapat mengembangkannya menjadi sebuah cerita drama dengan teknik improvisasi, sebagaimana contoh berikut.

Sebuah daerah perkampungan di kaki bukit. Datang dua orang laki-laki ke rumah Mustafa dengan muka yang cemberut! Margono : “Sekarang apa lagi alasanmu, Mustafa?” (Margono yang datang pada hari ketika kerbau itu melahirkan. Dia ingat orang itu membentak ayahnya di kandang kerbau)

Mustafa : (Diam membisu; tidak menjawab sepatah kata pun pertanyaan Margono)

Margono : “Dulu kau bilang itu masih dipakai membajak. Aku mengalah. Aku pikir kamu benar. Aku datang lagi (pada hari yang lain) kau bilang kerbau itu sedang mengandung. Aku masih mengalah.

Sekarang aku dengar kerbau itu sudah melahirkan. Aku tidak mau mendengar alasanmu yang lain lagi!” (Dengan nada tinggi sambil berkacak pinggang)

Istri Mustafa : “Anak kerbau itu masih menyusui!” (istri Mustafa ikut bicara bermaksud menengahi pertikaian itu)

Margono : “Jadi kapan aku bisa ambil kerbau itu?!”

Istri Mustafa : “Kalau anaknya sudah berhenti menyusu.”

Margono : “Aku tidak sabar menunggu kerbauku menyusui anak kerbaumu!!”

Mustafa :“Tidak bisa!” (secara bersamadan istrinya an)

Margono : (Dengan muka merah padam) “Sekarang tidak ada alasan lagi! Bawa induk kerbau itu!” (Dengan mengacungkan jari telunjuknya)

Mustafa : “Anaknya masih menyusu.” dan istrinya (Berdiri sambil menghalanghalangi kedua anak buah Margono membawa induk kerbau itu)

Margono : “Kau hanya berutang satu ekor kerbau dewasa. Kebetulan dia melahirkan. Kau boleh ambil anaknya. Sebetulnya aku sudah cukup baik kepadamu. Seharusnya anak kerbau ini milikku. Itu adalah rentenya (bunganya).

Tetapi, aku tidak sekejam itu. Kau hanya berutang uang seharga satu ekor kerbau. Kau yang menyepakati bahwa utangmu ditukar dengan kerbau. Aku tidak salah, bukan? Aku tidak mau mendengar soal wereng atau yang lainnya.

Utangmu sudah senilai seekor kerbau saat ini! Bawa induknya dan tinggalkan anaknya. Bila kau sayang kepada anak kerbaumu, kau boleh datang ke kandangnya di rumahku. Kau boleh menyusukan anak kerbaumu pada induknya.

Tetapi kau harus membawa satu ikat padi untuk susu yang diminum anak kerbaumu. Satu hari menyusu, satu ikat padi.” (Sambil terus berjalan bersama kedua anak buahnya membawa induk kerbau) …. dan seterusnya

Dalam contoh teks ulasan guru pendidikan naskah drama di atas, dapat dilihat bahwa para tokoh memerankan cerita dengan teknik improvisasi. Para tokoh membuat dialog untuk diucapkan dalam pemeranan.

Hal-hal yang dilakukan di atas panggung pun mereka ciptakan sendiri secara improvisasi. Petunjuk pemanggungan tersebut biasanya diidentifika sikan dengan dicetak miring atau bisa juga menggunakan tanda kurung.

Kata atau kalimat dalam petunjuk pemanggungan tersebut tidak ikut diucapkan oleh pemain. Sebagai misal, tokoh Istri Mustafa yang mengucapkan dialog “Anak kerbau itu masih menyusui!” (istri Mustafa ikut bicara bermaksud menengahi pertikaian itu) merupakan bentuk improvisasi.

Hal ini dapat dilihat dalam kerangka naskah drama yang tidak menyebutkan secara tertulis ada tokoh istri Mustafa. Perlu kalian perhatikan bahwa penggunaan teknik improvisasi dalam bermain drama memerlukan kemampuan berpikir cepat dalam menciptakan karakter tokoh, dialog untuk menyambung cerita, serta membangun suasana cerita.

Dengan kemampuan tersebut, seseorang yang melakukan pemeranan secara improvisasi dapat memerankan suatu tokoh dengan tepat berdasarkan urutan cerita tanpa menggunakan teks naskah. Dalam teknik ini, pemeran juga dituntut untuk dapat membuat dialog-dialog sendiri.

Posted on: February 21, 2019, by :