Contoh Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian
Contoh Proposal Penelitian

DEFINISI PROPOSAL PENELITIAN

Proposal penelitian merupakan sebuah usulan yang dibuat dalam rangka mengadakan penelitian yang dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan proses penelitian dimana tujuan dari proposal penelitian adalah untuk memberikan gambaran secara ringkas terhadap rencana kegiatan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Dalam menyusun proposal penelitian, hendaknya mengikuti prosedur penulisan proposal penelitian yang ditentukan oleh masing-masing institusi. Proposal penelitian ada 2 jenis yaitu proposal kuantitatif dan proposal kualitatif.

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN (IPS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SEUMET  KECAMATAN MONTASIK

KABUPATEN ACEH BESAR

(Studi Penelitian Pada SD Negeri Seumet diKecamatan Montasik)

 

Alat peraga (Media Pembelajaran) salah satu bahagian yang sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran di sekolah, baik sekolah dasar (SD) seumet. Karena itu alat peraga menjadi suatu bidang yang harus dipahami secara lebih mendalam oleh setiap guru yang menyajikan materi pelajaran kepada anak didik. Selain itu berkat kemajuan teknologi dan perubahan sikap masyarakat yang demikian pesat, maka bidang ini telah ditafsirkan secara luas dan mempunyai fungsi serta nilai yang sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran.

Pekerjaan guru atau tenaga pengajar pada suatu lembaga pendidikan adalah suatu pekerjaan yang profesional. Oleh karena itu diperlukan kemauan dan kewenangan, yaitu sejauh mana ia mengawasi metodelogi serta penggunaan media pendidikan di sekolah untuk kepentingan anak didiknya. Dengan demikian dapat meningkatkan pemahaman mereka secara lebih optimal sesuai dengan harapan pendidikan.

Untuk itu dalam lapangan proses pembelajaran di sekolah terdapat dua hal yang sangat vital atau penting peranannya dalam harus dipahami betul-betul oleh setiap tenaga pengajar. Kedua aspek tersebut adalah selain harus mempunyai keterampilan dalam menyajikan suatu materi pelajaran, juga diharapkan memahami dan menguasai secara lebih terperinci akan alat-alat peraga yang digunakan untuk mempermudah daya ingat seseorang anak didik. Jadi kepada setiap guru diharapkan menggunakan alat peraga yang disediakan disekolah secara lebih-lebih efektif untuk mempermudah anak didik dan tidak menolak kemungkinan atas penggunaan alat modern yang dengan tuntunan zaman, seperti tape, kaset film OHP dan lain-lain.

 

Dalam lapangan pendidikan senantiasa terdapat suatu hubungan antara tenaga pengajar

Dengan anak didik dan sarana-sarana yang dapat mempermudah daya serap anak didik terhadap suatu pelajaran yang diajarkan di sekolah, hubungan ini terjadi sedemikian rupa, sehingga terjadi proses saling pengaruh mempengaruhi dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.

Hubungan semacam ini merupakan suatu komunikasi dalam proses belajar mengajar. Bentuk komunikasi ini berlaku dalam semua hubungan sosial, baik dalam hubungan di sekolah maupun di dalam hubungan dengan masyarakat luas. Karena itu dalam mencapai tujuannya diperlakukan peningkatan daya upaya yang sebagian besar sangat tergantung pada faktor penunjang, yaitu sarana dan prasarana, dengan kata lain hubungan komunikasi dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih maksimal, mungkin dapat tercapai apabila guru atau tenaga pengajar pada suatu lembaga pendidikan itu menggunakan alat-alat bantu untuk memudahkan anak didik dalam meningkatkan daya tanggapannya akan suatu disiplin ilmu.

Fakta lain dari kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dalam mendukung kelancaran pendidikan (IPS) padahal kemajuan media pendidikan sekarang telah merubah daya jangkau manusia seakan tanpa batas ruang, waktu dan usia sehingga memberi peluang besar bagi setiap guru untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi murid. Fenomena ini membawa serangkaian perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan tersebut akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang. Dalam kegiatan itu, segala aktivitas juga harus dilakukan pembaharuan termasuk kegiatan pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS).

 

Di Indonesia kemampuan pemanfaatan teknologi pendidikan relative

Masih kurang. Hal ini merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia di samping keterbatasan pendidikan dan media pendidikan berteknologi canggih. Kondisi ini mengakibatkan kurang berperannya teknologi pendidikan dalam bidang pendidikan. Suatu contoh penggunaan internet sebagai media pendidikan yang berteknologi canggih belum dikuasai oleh banyak guru di SD Negeri Seumet Kecamatan Montasik. Akibatnya keberadaan teknologi pendidikan berlum berperan dalam aktivitas pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS).

Sesuai dengan uraian yang telah disebutkan di atas maka dipandang perlu dilakukan suatu penelitian yang diberi judul “Penggunaan Media Pengajaran Dalam Proses Pembelajaran (IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Negeri Seumet Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga : 

Posted on: March 23, 2019, by :