Bersih Masuki Tahap Akhir Penjurian

Bersih Masuki Tahap Akhir Penjurian

Bersih Masuki Tahap Akhir Penjurian

Bersih Masuki Tahap Akhir Penjurian

Menjelang akhir tahapan penilaian Bogorku Bersih

Wali Kota Bogor Bima Arya, Selasa (08/08/2017) siang menerima panitia Bogorku Bersih di ruang Paseban Punta, Balai Kota Bogor yang menyampaikan laporannya.

Nihrawati AS

Dalam laporan yang disampaikan panitia Nihrawati AS, bahwa sejak April hingga Agustus 2017 kegiatan ini berjalan dan saat ini masuk tahap penjurian dan terakhir diadakan penilaian bagi kategori komplek perumahan.

Rukun Tetangga

“Untuk penilaian kategori Rukun Tetangga (RT) yang jumlahnya mencapai 156 RT saat ini sedang direkap oleh tim ahli Bogor Sahabat (Bobat). Untuk kategori sekolah sedang berjalan dan masuk tahap 10 besar, Insya Allah minggu-minggu ini akan diadakan penjurian kembali bagi sekolah-sekolah yang masuk dalam 10 besar,” terang Nihrawati.

Nihrawati menambahkan

Untuk kategori pasar dikarenakan jumlah peserta hanya 6 maka langsung masuk tahap penilaian, untuk waktu penilaian tinggal menyinkronkan dengan waktu atau agenda Wali Kota, sedangkan untuk kategori sekolah hanya diambil juara pertama dari masing-masing tingkatan sekolah.

Menanggapi penjelasan tersebut

Wali Kota Bima Arya menyampaikan akan segera mengkoordinasikan dengan dinas-dinas terkait. Bima berharap melalui kegiatan Bogorku Bersih mampu memberi penjelasan bahwa kegiatan ini cukup membantu dan ada manfaat serta tujuannya dalam usaha dalam meraih Piala Adipura.

“Jadi saya ingin dilengkapi dengan data-data penilaian atau data pendukung dari kegiatan Bogorku Bersih agar semuanya memiliki semangat yang sama, karena target tahun depan adalah meraih Piala Adipura,” ujar Bima yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Elia Buntang dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakot Bogor, M.Taufik.

Panitia Bogorku Bersih Gatut Susanta

Panitia Bogorku Bersih Gatut Susanta menerangkan, rencananya kegiatan malam penghargaan akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2017 dengan mengundang 800 tamu Ia juga menyampaikan beberapa catatan warga khususnya terkait sampah, karena masih ada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya dikarenakan ketiadaan tempat penampungan sampah.

Menanggapi hal tersebut Bima

Menanggapi hal tersebut Bima mengakui sebenarnya ini persoalan yang ada dilapangan karena keterbatasan lahan, ketersediaan armada pengangkutan.“Kesulitan akses menjadi kendala disamping kedisiplinan dan konsistensi dalam jadwal pengangkutan. Jadi kemungkinan karena pengangkutan sampah itu  kadang datang kadang tidak,” tuturnya.

Sumber : https://dogetek.co/

Posted on: April 16, 2019, by :