Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di Konferensi Inovasi Polandia

Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di Konferensi Inovasi Polandia

Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di Konferensi Inovasi Polandia

Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di Konferensi Inovasi Polandia
Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di Konferensi Inovasi Polandia

Tim pelajar Indonesia yang diwakili oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dan SMAN 3 Denpasar

berhasil menyabet medali emas dan perunggu di International Invention and Innovation (INTARG) yang diadakan pada Kamis-Jumat (22-23/6) di Katowice, Polandia. Dalam acara yang dihadiri oleh ilmuwan dari seluruh dunia itu, Indonesia diwakili oleh dua tim, yaitu tim SMAN 3 Denpasar dan UII.P

Penelitian yang dipamerkan oleh tim SMA 3 Denpasar adalah Nata De Coco Cellulose as a Calcium Binder From Egg Shell Waste in Imitation Bone Formation. Sedangkan judul penelitian yang dipamerkan oleh tim UII adalah BG-Trole (Blood Glucose control equipment): A Novel Equipment to Decrease the Glycemic Index on White Rice as New Innovation For Prevent the Increasing of Blood Glucose on Diabetes Mellitus Type 2 Patient.

Tim dari UII yang mendapatkan medali emas, yaitu Razty Surisfika jurusan pendidikan dokter 2014,

Nurul Hidayah jurusan pendidikan dokter 2015, dan Muhammad Abdul Rauf Lamada jurusan teknik mesin. Razty Surisfika menjelaskan, penelitian dimulai dari pembuatan alat yang prinsip kerjanya untuk menurunkan kadar glukosa dalam nasi, sehingga kenaikkan kadar glukosa darah pasien diabetes juga tidak meningkat.

Setelah selesai membuat alatnya, perlu dilakukan uji hasil nasi BG-Trole tersebut menggunakan alat tes kadar glukosa, serta melakukan tes kepada pasien diabetesnya. Hasilnya ada penurunan kadar glukosa nasi dibanding nasi biasa, dan kadar glukosa darah pasien diabetes juga lebih rendah dibanding mereka yang konsumsi nasi biasa.

’’Pada awalnya, penelitian sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh Nurul Hidayah

sampai pada tahap pengujian kadar glukosa nasi. Kemudian kami mengembangkan penelitian tersebut. Dalam penelitian yang kami buat kali ini, kami modifikasi alatnya dan kemudian mengembangkan penelitian sampe ke pasien diabetesnya juga, alat ini sangat berguna bagi penderita diabetes. Saat ini kami sedang proses untuk melakukan paten,” ulas Razty

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003

Posted on: July 9, 2019, by :