Pembangun Lima SMKN Baru Di Jawa Barat Rampung Pada Desember 2018

Pembangun Lima SMKN Baru Di Jawa Barat Rampung Pada Desember 2018

Pembangun Lima SMKN Baru Di Jawa Barat Rampung Pada Desember 2018

Pembangun Lima SMKN Baru Di Jawa Barat Rampung Pada Desember 2018
Pembangun Lima SMKN Baru Di Jawa Barat Rampung Pada Desember 2018

Lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang tengah dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat

siap membuka penerimaan siswa baru mulai Desember 2018.

Kelima SMKN tersebut tersebar di beberapa wilayah Jawa Barat, yaitu Kalipucang Pangandaran, Panumbangan Kabupaten Ciamis, Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, Sukabumi dan Kuningan.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan, lima SMK tersebut sudah sejak sebulan lalu mulai dibangun dan ditargetkan rampung pada akhir Desember tahun ini.

“Pembangunannya sudah sebulan lalu, sudah pemasangan fondasi, targetnya 3 bulan selesai,”

ucap Dodin saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr Rajiman, Bandung, Jumat (19/10).

Menurut Dodin, Dana pembangunan murni berasal dari APBD Pemprov Jawa Barat dengan nilai Rp4,5 miliar per sekolahnya. Setiap SMK tersebut akan memiliki sembilan ruang kelas dan mampu menampung sekitar 324 siswa dengan perhitungan satu kelas terdiri dari 36 orang.

Ia berharap, dengan penambahan Unit Sekolah Baru (USB) ini bisa meningkatkan atensi masyarakat menyekolahkan anaknya di Jawa Barat.

“Saya senang, seperti pembangunan SMK di Cisarua KBB pada 2016, itu awalnya mereka menumpang di sekolah lain ada 100 siswa,

begitu sekolahnya selesai langsung meningkat 600 persen,” ungkapnya.

Dodin mengaku, kompetensi jurusan yang disiapkan untuk kelima SMK tersebut dipastikan sesuai dengan potensi masing-masing daerahnya. Pasalnya Pemprov tidak akan mengizinkan baik itu SMK negeri maupun swasta yang membuka jurusan kompetensi tapi tidak Link and Match dengan kebutuhan industri sekitar.

“SMK itu kompetensi sesuai daerah masing-masing dan link and match, seperti di Pangandaran itu perhotelan, kelautan, pertanian jadi tidak diijinkan yang buka kompetensi yang tidak berkaitan dengan potensi daerah dan tidak link and match,” katanya.

Hingga saat ini, ada sebanyak 274 SMK negeri di Jawa Barat. Jumlah ini masih jauh dari harapan setiap satu kecamatan satu SMK, sebab ada sekitar 630 kecamatan di Jawa Barat.

Maka dari itu, secara bertahap setiap tahunnya Pemprov membangun sekolah-sekolah baru untuk masyarakat. Targetnya adalah mendirikan lima SMK negeri per tahun.

“Tahun ini selain lima SMK dibangun oleh Pemprov, dari pemerintah pusat ada lebih dari lima. Kita juga akan beli 19 lahan, tahun depan dibangun bersama pusat dan daerah,” terangnya.

Adapun terkait Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah di Jawa Barat yang terhitung hingga Januari 2018 sebanyak 81,6 persen. Dirinya optimis akan mencapai angka 90 persen setelah dihitung pada Desember 2018 ini.

“Kita juga ada SMA terbuka itu untuk mempercepat peningkatan APK dan dihitungnya bulan Desember. Insyaallah meningkat angka 90 persen tercapai, karena dari pengalaman kenaikan 10 persen per tahun,” tandasnya.

 

Baca Juga :

Posted on: August 8, 2019, by :