Kebudayaan Suku Bangsa Bali- Budaya Lokal Indonesia

Kebudayaan Suku Bangsa Bali- Budaya Lokal Indonesia

Perlu diketahui bahwa negara Indonesia merupakan negara yang memiliki pluralitas tinggi. Keberagaman suku, bahasa, agama, ras, maupun golongan justru mampu menunjukkan ciri khas bangsa Indonesia. Potensi budaya yang besar tersebut merupakan sumber kekayaan budaya nasional.

Bangsa Indonesia populer bersama dengan penduduk yang membawa kebudayaan yang berbagai ragam. Pada setiap penduduk tempat mengembangkan kebudayaan masing-masing. Kebudayaan yang dikembangkan di daerah-daerah dinamakan kebudayaan lokal. Berikut ini adalah tidak benar satu kebudayaan lokal yang berkembang di Indonesia yaitu “Kebudayaan suku bangsa Bali.”

Kebudayaan suku bangsa Bali
a. Sistem Kepercayaan/Religi
Masyarakat Bali lebih dari satu besar menganut agama Hindu-Bali. Mereka percaya terdapatnya satu Tuhan bersama dengan konsep
Trimurti yang terdiri atas 3 wujud, yakni;
Brahmana; menciptakan,
Wisnu; yang memelihara,
Siwa; yang merusak.
Selain itu hal-hal yang mereka anggap penting adalah
sebagai berikut;
Atman; roh yang abadi
Karmapala; buah dari setiap perbuatan
Purnabawa; kelahiran lagi jiwa.
Tempat ibadah agama Hindu disebut pura. Pura memiliki pembawaan berbeda, sebagai berikut;
Pura Besakih; sifatnya lazim untuk semua golongan
Pura Desa (kayangan tiga); spesifik untuk group sosial setempat
Sanggah: spesifik untuk leluhur.
Di Bali terdapat beribu-ribu pura & sanggah. Masing-masing pura & sanggah memiliki tanggal perayaan yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut;
1. Tanggalan Hindu–Bali
Tanggalan Hindu–Bali terdiri atas 12 bulan yang lamanya 355 hari. Sistem perhitungan bersama dengan sistem Hindu disebut Syuklapaksa. Tahun baru Saka (Nyepi) jatuh terhadap tanggal satu bulan kesepuluh.

2. Tanggalan Jawa–Bali
Tanggalan Jawa–Bali terdiri atas 30 wuku. Tiap wuku terdiri atas tujuh hari. Perayaan yang didasarkan atas perhitungan penanggalan Jawa-Bali andaikan hari raya Galungan & Kuningan. Selain itu terhitung digunakan untuk upacara-upacara sebagai berikut;
Manusia yadnya; upacara siklus hidup masa anak-anak sampai dewasa.
Dewa yadnya upacara terhadap kuil-kuil lazim & keluarga.
Resi yadnya; upacara pentahbisan pendeta (mediksa).
Buta yadnya; upacara untuk pas & buta yaitu roh-roh penunggu.
b. Sistem Kekerabatan
Dulu perkawinan di Bali ditentukan oleh kasta. Wanita dari kasta tinggi tidak boleh kawin bersama dengan laki-laki kasta rendah, tetapi saat ini hal tersebut tidak berlaku lagi. Perkawinan yang dianggap pantang adalah perkawinan saudara perempuan suami bersama dengan saudara laki-laki istri (mak bersama dengan ngad). Hal tersebut dapat mengakibatkan bencana (panes).
Cara mendapatkan istri berdasarkan kebiasaan tersedia 2, yakni;
memadik, ngindih: bersama dengan langkah meminang keluarga gadis,
mrangkat, ngrorod: bersama dengan langkah melarikan seorang gadis.
c. Sistem Politik
Desa-desa di Bali dibuat berdasarkan kesatuan tempat. Desa-desa di tempat pegunungan membawa pola perkampungan memusat (banjar) yang dikepalai oleh khan boncor (khong). Di samping itu di Bali terhitung dikenal kuil desa yang disebut kayangan tiga. Kesatuan organisasi lain yaitu subak & seka.
Subak merupakan organisasi irigasi yang membawa kepala sendiri. Seka merupakan suatu organisasi yang bergerak di dalam lapangan kehidupan khusus. Seka berguna menyelenggarakan upacara-upacara desa seperti; seka baris, seka truna, & seka gong.

d. Sistem Ekonomi
Sebagian besar penduduk Bali mata pencahariannya sebagai petani. Selain padi, pertanian yang lain yaitu palawija, kopi, & kelapa. Peternakan di Bali terhitung maju, yaitu ternak sapi & babi. Di samping itu terhitung dikembangkan peternakan kuda, kambing, & kerbau.
1. Perikanan: dikembangkan perikanan darat & laut, perikanan laut terdapat di pinggir pantai. Para nelayan memanfaatkan jangkung (perahu penangkap ikan) untuk mencari ikan tongkol, udang, & cumi-cumi.

2. Di Bali terhitung banyak terdapat industri kerajinan, kerajinan yang dibuat meliputi: benda-benda anyaman, kain tenun, pabrik rokok, & tekstil. Di samping itu terhitung banyak perusahaan yang menjajakan jasa, layaknya biro perjalanan, hotel, tempat tinggal makan, taksi, & toko kesenian. Tempat usaha terbesar terdapat di Gianyar, Denpasar, & Tabanan.

e. Sistem Kesenian
1. Seni Bangunan
Seni bangunan terlihat terhadap bangunan candi yang banyak terdapat di Bali, layaknya Gapura Candi Bentar.

2. Seni Tari
Tari tradisional Bali antara lain tari sanghyang, tari barong, tari kecak, & tari gambuh. Tari moderen antara lain tari tenun, tari nelayan, tari legong, & tari janger.

Demikianlah ulasan berkenaan Kebudayaan Suku Bangsa Bali, yang terhadap kesempatan ini mampu dibahas disini. Semoga bermanfaat, serta kurang/lebihnya mohon maaf. Cukup Sekian dan Sampai Jumpa!!!

baca juga :

Posted on: August 15, 2019, by :