Metode STEAM Siapkan Anak Hadapi Revolusi Industri 4.0

Metode STEAM Siapkan Anak Hadapi Revolusi Industri 4.0

Metode STEAM Siapkan Anak Hadapi Revolusi Industri 4.0

Metode STEAM Siapkan Anak Hadapi Revolusi Industri 4.0
Metode STEAM Siapkan Anak Hadapi Revolusi Industri 4.0

Untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era Revolusi Industri 4.0, tentu dibutuhkan lebih

dari sekadar keterampilan akademik dasar. Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan oleh United States National Science Foundation mengungkapkan, di masa depan, 80% pekerjaan membutuhkan pemikiran kritis dan terampil yang mampu memecahkan masalah.

Direktur Sampoerna Academy (SA), Mustofa Guvercin, mengatakan, melihat perkembangan global, anak-anak tentu harus dibimbing untuk siap berkompetisi, baik dengan anak bangsa lainnya maupun dengan anak dari negara lain. Untuk itu sejak awal SA hadir dengan menawarkan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

SA menerapkan kurikulum internasional yakni kurikulum Cambridge dengan metode pembelajaran aktif. Metode STEAM (science, technology, engineering, arts, and mathematics) dalam pembelajaran di SA dirancang khusus untuk mengembangkan cara berpikir anak-anak dengan konsep 4C yakni kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.

“Kami memahami bahwa tidak mungkin memberikan hasil pendidikan yang berbeda dengan metode

yang sama dengan sebelumnya dan konvensional. Itu sebabnya Sampoerna Academy menawarkan kurikulum Cambridge dan metode STEAM,”kata Musofa pada Sampoerna Academy Groudbreaking di Surabaya, Rabu (17/10).

Sejak awal, anak tidak hanya sebatas menghafal, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi di ruang kelas, meningkatkan keterampilan pemikiran kreatif, memberikan peluang yang berbeda untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan mengimbangkan keterampilan lainnya. Pasalnya, sistem pembelajaran ini ditawarkan untuk mendorong siswa menjadi inovator atau enterpreneur di masa mendatang.

Selain pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman. SA juga akan mengembangkan nilai lokal

yakni kebudayaan. “Kami mempersiapkan siswa secara akademis, sosial dan emosional sehingga mereka selalu siap dalam keadaan apapun,” ujarnya.
Pada kesempatan sama, psikolog anak, Jovita Ferliana, mengatakan, pengunaan metode STEAM dalam pendidikan sejak awal bisa menjadi kunci meraih masa depan cemerlang.

Untuk itu, Jovita menekankan orang tua seharusnya tidak hanya mempertimbangkan pendidikan anak di awal sekolah, tetapi juga keseluruhan perjalanan pendidikan anak mereka. Pemilihan sekolah yang tepat tentu sangat penting.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyambut baik hadirnya SA di Surabaya untuk menawarkan pendidikan berkelas internasional bagi anak-anak Surabaya.

Hadirnya SA diharapkan Risma dapat membantu pengembangan pendidikan di Kota Pahlawan tersebut. Sehingga anak-anak tidak perlu meninggalkan Surabaya untuk mendapat pendidikan terbaik. Risma pun mendorong SA untuk segera merampungkan pembangunan gedung sebelum tahun ajaran baru 2018/2019 dimulai.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

 

Posted on: August 19, 2019, by :