Biografi Opick

Biografi Opick

Opick tercetus dengan nama menyeluruh Aunur Rofiq Lil Firdaus. Ia dicetuskan dari pasangan Dra. H. Lilik Sholelah dan Abdul Gofur, di Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974. Walaupun Opick kecil dikenal anak bandel, namun dalam urusan mempelajari agama, ia tergolong anak yang rajin. Dari kedua orangtuanyalah edukasi agama lebih tidak sedikit diperolehnya. Cucu K.H. Abdul Mukti, seorang kiai yang lumayan ternama di daerahnya, ini mempunyai jiwa mandiri, percaya diri, dan benak ke depan. Sebagai anak yang datang dari family sederhana, Opick tergolong anak yang terbiasa menelan kehidupan lingkungan sulit sebagaimana lazimnya kehidupan di perkampungan.

Sejak SMP, Opick telah mempunyai bakat berdendang dan dapat memainkan sejumlah alat musik, bahkan menegakkan sebuah band. Dengan modal rekaman lagu dengan perangkat yang serba terbatas, ia menawarkan lagu-lagunya. Namun, semuanya sia-sia. Tidak terdapat label yang menerimanya. Pada 1993, tadinya Opick berdomisili di Jakarta, tepatnya di Gang Sawo, Rawamangun. Di samping aktif dalam pekerjaan warga dan keagamaan serta ramah berbaur dengan lingkungan sekitarnya, Opick ikut pekerjaan Komunitas Sawo atau dikenal dengan komunitas teater Bela Studio.

pada tahun 90-an, Opick mengawali karier bermusiknya dengan menyusun sebuah band mempunyai nama Timor Band yang beraliran cadas, yang personilnya tak beda dan tak bukan sahabatnya di Jember. Sayang, album Nyanyian Perjalanan yang diluncurkannya menuai protes dari tidak sedikit pihak sebab liriknya menyinggung tidak sedikit orang.

Buah hijrahnya dari musik cadas yang kontradiktif ke melodi religi tak perlu dirindukan panjang dan berliku. Debut album religi kesatunya, Istighfar, yang digubah pada 2005-an menuai hasil maksimal. Album perdana Opick sukses meraih dobel platinum dan penjualannya menjebol angka satu juta keping. Tahun berikutnya, 2006, peluncuran album keduanya, Semesta Bertasbih, juga tak kalah sukses. Bahkan kesuksesan ini disertai dengan peluncuran bukunya yang berjudul Opick, Oase Spiritual dalam Senandung. Bila berkata soal syair, isi lagu-lagunya ialah refleksi dari empiris hidupnya semenjak masa kanak-kanak. Pengalaman hidup menjadi insiprasi dalam tiap napas lantunan syair yang diciptakannya. Tak heran, kitab perdananya yang diterbitkan pada 2005 itu, adalahbedahan syair-syairnya yang sedemikian rupa dan dikait-kaitkan dengan tiap cerita dalam hidupnya.

Kesuksesannya juga tak melulu di bidang bermusik. Opick pun sukses membintangi sejumlah iklan di televisi. Sumber : www.infobiografi.com/

Posted on: August 29, 2019, by :