Kihajar 2018, Pentingnya Teknologi di Zaman Kini

Kihajar 2018, Pentingnya Teknologi di Zaman Kini

Kihajar 2018, Pentingnya Teknologi di Zaman Kini

Kihajar 2018, Pentingnya Teknologi di Zaman Kini
Kihajar 2018, Pentingnya Teknologi di Zaman Kini

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi membuka kegiatan

Kuis Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 tingkat Provinsi Jawa Barat dan Kegiatan Sosialisasi Literasi Pendidikan Angkatan 1. Kegiatan Kihajar 2018 tingkat Jawa Barat ini merupakan kerjasama antara Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat, dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Kegiatan bertigline kita harus belajar ini dihadiri pula oleh Kepala Pustekom Kemdikbud, Gogot Suharwoto. Dalam sambutannya, Gogot menjelaskan tentang pentingnya teknologi di zaman sekarang. Semua hal kini tidak bisa dilepaskan dari sentuhan teknologi. Maka dari itu, teknlogi harus dipelajari dengan maksimal. Salah satu upaya pengenalan teknologi kepada siswa adalah melalui kegiatan Kihajar 2018 ini.

“Semua ada sentuhan teknologi, misalnya yang tadinya ojek pangkalan

hanya bisa mengantar jemput seseorang. Dengan sentuhan teknologi, ada ojek online, kini ia tidak hanya mengantar orang, tetapi dapat membeli makanan, dan lain sebagainya” ujar Gogot.

Hal ini dibenarkan oleh Hadadi. Hadadi mengatakan, kegiatan ini bisa menjadi motivasi kepada siswa sebagai peserta. Siswa akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknologi sehingga bisa terus berinovasi.

“Kegiatan ini terlah berjalan melalui beberapa tahap ya, dimulai dari sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, dan nanti juara dari Jawa Barat akan berangkat ke nasional,” ujar Hadadi menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Balai Tikomdik, Endang Susilastuti mengatakan, secara iumu,

tujuan Kegiatan Kihajar 2018 adalah untuk menumbuhkembangkan budaya belajar siswa Indonesia dengan memanfaatkan TIK. Selain itu, tujuan khusus Kihajar adalah pertama, untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa Indonesia, menumbuhkan kemandirian bangsa dalam memanfaatkan dan mengembangkan TIK untuk pendidikan.

Kedua, mendorong individu dan lembaga untuk menghasilkan karya inovatif dalam pengembangan potensi TIK. Ketiga, mendorong pengembangan kebijakan yang berpihak pada pendayagunaan TIK untuk pendidikan. Keempat, memberikan penghargaan kepada kepala daerah dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan/pelatihan melalui pendayagunaan TIK.

“Untuk para pemenang, jaura 1, akan mendapatkan hadiah dari Dinas Pendidikan Jawa Barat berupa uang pembinaan dan satu buah leptop,” ujar Endang kepada para peserta.***

 

Baca Juga :

Posted on: August 29, 2019, by :