Besar Zakat yang Kurang

Besar Zakat yang Kurang

Ubay bin Ka’ab r.a dulu ditugaskan oleh Rasulullah saw untuk menyita zakat di sebuah wilayah. la pun berjumpa dengan seseorang yang hendak membayar zakatnya. Kemudian Ubay r.a menghimpun info mengenai harta orang selanjutnya dan mengkalkulasi zakatnya.

Hasilnya adalah ia perlu menyerahkan zakat seekor anak unta yang baru berusia setahun. Namun, orang itu tidak sepakat dengan hasil perhitungan Ubay r.a. Kemudian ia mengajukan keberatannya seraya berkata, “Apa gunanya seekor anak unta yang baru berusia setahun? Engkau tidak mampu menyita susunya atau menungganginya. Aku mempunyai seekor unta betina dewasa. Ambillah unta betina itu sebagai gantinya!”

Ternyata orang selanjutnya mulai zakat yang perlu ia keluarkan terlampau kecil dan kurang berguna. Lalu, ia tawarkan unta dewasa yang mampu dimanfaatkan susunya dan mampu ditunggangi. Akan tetapi, Ubay r.a pun keberatan dengan tawaran orang tersebut.

Ia mengajukan alasannya dengan berkata, “Tugas yang dipikulkan kepadaku tidak membetulkan saya menyita lebih dari apa yang udah ditetapkan,” jawab Ubay r.a tegas. Merasa tidak puas dengan jawaban utusan tersebut, orang itu datang ke Rasulullah saw sambil mempunyai unta betinanya.

Di hadapan beliau, ia menceritakan hal yang mengganggunya, “Wahai Rasulullah! Utusanmu udah datang menemuiku untuk menghimpun zakat. Demi Allah! Sesunguhnya saya belum dulu mendapat peluang yang terlampau berharga ini, yakni membayar suatu hal kepada engkau atau utusanmu. Oleh gara-gara itu, saya udah memberitahukan mengenai semua situasi hartaku untuk dihitung zakatnya oleh utusanmu. Ternyata ia menentukan sehingga saya mengeluarkan zakat sebesar seekor unta berusia satu tahun! Wahai Rasulullah, apa yang mampu dijalankan unta sekecil itu? la tidak mampu mengeluarkan susu atau memikul barang. Oleh gara-gara itu, saya menyerahkan unta betina dewasa ini sebagai gantinya. Utusanmu menolaknya, tapi saya berharap kau sudi menerimanya.”

Mengetahui motivasi orang selanjutnya didalam berzakat, Rasulullah saw. bersabda, “Utusanku udah laksanakan hal yang benar. Hanya sekadar itulah yang perlu dikeluarkan olehmu. Akan tetapi, kecuali kamu mampu mengeluarkan lebih dari yang udah ditetapkan, dapat tetap diterima.”

Rasulullah saw pun terima zakat berwujud unta betina dewasa dari orang selanjutnya dan mendoakan keberkahan baginya.

Sumber : Situs Biografi

Baca Juga :

Posted on: September 10, 2019, by :