ANALISIS MENGENAI ALASAN PENUNDAAN

ANALISIS MENGENAI ALASAN PENUNDAAN

ANALISIS MENGENAI ALASAN PENUNDAAN

ANALISIS MENGENAI ALASAN PENUNDAAN
ANALISIS MENGENAI ALASAN PENUNDAAN

Satu persoalan klasik yang mendera dunia pendidikan kita adalah begitu mudahnya kurikulum berubah. Sudah menjadi rahasia umum jika ganti periode pemerintahan, ganti menteri pendidikan, maka berubah pula kurikulum pendidikan nasional. Beberapa kali kurikulum di Indonesia memang berubah. Sebagai contoh berubahnya kurikulum KTSP (2006) menjadi kurikulum 2013. Perubahan memang hal yang pasti karena merupakan jalan ke arah yang lebih baik. Namun, kekhawatiran di dunia pendidikan muncul dikarenakan setiap adanya pergantian menteri maka kurikulumpun ikut berubah. Pameo ini memang begitu melekat di masyarakat, tak ayal kurikulum 2013 yang baru saja diterapkanpun dikhawatirkan akan diganti.

Setelah pergantian mendikbud dari M. Nuh ke Anies Baswedan, Kurikulum 2013pun dihentikan bagi yang baru menjalankan 1 semester dan kembali ke KTSP. Tetapi tetap dilanjutkan bagi sekolah yang telah menjalankannya selama 3 semester. Langkah ini menimbulkan polemik dan pandangan pro kontra dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu pihak yang mengkritik penghentian kurikulum 2013 adalah Menteri Pendidikan dan kebudayaan era SBY, Muhammad Nuh. Namun banyak pula pihak yang setuju dan lega dengan penghentian ini. Alasan Mendikbud Anies Baswedan menghentikan kurikulum ini, sebagaimana diucapkan beliau di media, beberapa di antaranya sebagai berikut[1]:

  1. “Kurikulum yang sekarang dievaluasi dulu, dicari kekurangannya lalu diperbaiki kekurangannya agar lebih sempurna”.
  2. “Akar masalah Kurikulum 2013 berada pada metode pembelajaran. Dimana pembelajaran itu lebih ditekankan pada praktek untuk mengembangkan mata pelajaran yang diberikan. Tugas guru hanya pendamping yang tidak terjun langsung pada mata pelajaran. Artinya, kurikulum 2013 dinilai tidak dapat mengembangkan karakter siswa”.
  3. “Kurikulum 2013 menyebabkan berbagai permasalahan di dunia pendidikan setelah diterapkan”.
  4. “Banyak dari guru dan anak merasa kurikulum 2013 membebani mereka. Beberapa persoalan lainnya, terkait masalah buku, pelatihan guru serta masalah lainnya”.
  5. “Kurikulum 2013 belum digarap dengan matang namun sudah terburu-buru dilaksanakan. Akibatnya, ketika guru sebagai instrumen utama pendidikan juga belum siap menggunakan kurikulum baru, imbasnya beban belajar jadi berpindah ke siswa”[2].

Sebelum menghentikan kurikulum 2013, Anies pernah mengatakan bahwa: “Meskipun Kurikulum 2013 belum sempurna, Kurikulum 2013 tidak akan diganti. “Saya tidak ingin ada anggapan setiap ganti menteri pendidikan, maka kurikulum juga diganti”.

Dari beberapa statement pak Anies di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum 2013 tidak akan dihapus. Artinya ada saatnya bahwa K-13 akan diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Hanya perlu dievaluasi sehingga perlu dihentikan atau ditunda.

Berdasarkan segala masukan dari tim evaluasi dan para pemegang kepentingan, Mendikbud memutuskan untuk:

  1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini akan kembali menggunakan Kurikulum 2006, maka bagi para kepala sekolah dan guru di sekolah-sekolah tersebut diminta mempersiapkan diri untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015.
  2. Tetap melanjutkan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014, serta menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) maka dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.
  3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak lagi ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa.

Dari kebijakan pergantian Kurikulum 2013 dan penghentian sementara untuk kembali ke kurikulum KTSP, melalui tulisan ini penulis bermaksud untuk menganalisis mengenai berbagai alasan dan dampak yang terjadi terkait dengan adanya perubahan kurikulum tersebut.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Posted on: September 19, 2019, by :