Perpustakaan Gendong Dibawa Sepuluh Laskar Pintar

Perpustakaan Gendong Dibawa Sepuluh Laskar Pintar

Perpustakaan Gendong Dibawa Sepuluh Laskar Pintar

Perpustakaan Gendong Dibawa Sepuluh Laskar Pintar
Perpustakaan Gendong Dibawa Sepuluh Laskar Pintar

Momen Ramadan tahun ini dimanfaatkan Kemenkumham dan Bapusipda Jabar mendorong minat baca. Mencari cara menghidupkan kembali suasana gemar membaca. Bagi para warga binaan Rutan Kebon Waru, Bandung.

Suhendrik, BANDUNG

LANTUNAN Tilawah Quran terdengar syahdu di Masjid Al Hidayah, Rutan Klas 1 Kebon Waru, Bandung kemarin (7/6). Suaranya turun berbarengan dengan hujan rintik yang mulai menyapa langit Kota Bandung. Membuat suasana sore Ramadan kian terasa.

Seisi masjid dipenuhi jamaah berbusana muslim berwarna putih. Di sisi kanan jamaah pria

. Di kiri jamaah perempuan. Di tengah, duduk tamu VIP. Di bagian belakang masjid, tampak pegawai rutan dan undangan lain yang mengenakan batik. Di situ rupanya diresmikan Safari Ramadan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat (Jabar) dan Ponpes Daarut-Taubah Rutan Klas 1 Bandung.

Kepala Rutan Kebon Waru Gun Gun Gunawan menyampaikan, Safari Ramadan diisi bukan hanya peresmian pondok pesantren, tapi kehadiran perpustakaan gendong. Kenapa disebut gendong? Karena memang betul-betul digendong oleh sepuluh orang warga binaan. Mereka disebut dengan laskar pintar. Tugasnya mampir ke blok-blok. Membawa buku bacaan kepada warga binaan yang lain. ’’Di bulan Ramadan ini, buku yang nyamperin ke blok-blok,’’ ujar dia.

Gun Gun mengatakan, perpustakaan gendong lahir berkat kesepakatan warga binaan dengan Rutan Kebon Waru. Bekerja sama dengan Badan Perpustakaan Umum Daerah (Bapusipda) Jawa Barat.

Meski kehadirannya belum lama dari peresmian, keberadaa perpustakaan gendong

berhasil menaikkan peminjam buku. Dari sebelumnya, saat perpustakaan berlokasi di bagian depan gedung rutan, peminjam buku delapan orang. Sampai bisa di atas 40 orang peminjam per bulan. Kini jumlah peminjam buku sudah 83 orang.

Dia menjelaskan, selain mendorong minat baca, perpustakaan gendong bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dan warga binaan. Tentu, dengan buku dan bahan bacaan yang menarik. ’’Kami tentu sangat senang. Mudah-mudahan yang dikerjakan ini jadi ladang amal dan ibadah,’’ ucap pria berpeci ini.

Kepala Bapusipda Jabar Dr Hj Nenny Kencanawati MSi menyambut baik lahirnya perpustakaan gendong di Rutan Kebonwaru. Baginya, itu menjadi penambah energi untuk terus mendorong minat baca di Jabar. Sebagai mitra dalam melawan stigma rendahnya minat baca di Indonesia. Bahkan, upayanya tampak di tengah-tengah warga binaan sekalipun. ’’Kami ingin membawa masyarakat Jabar, ikut bersama kami mencintai buku,’’ papar dia.

Dirinya meyakini, perpustakaan gendong bisa memfasilitasi potensi positif setiap warga binaan.

Mengalihkan perhatian warga binaan kepada buku dan membaca.Karena itu, koleksi buku akan diganti setiap tiga bulan. Dengan judul buku yang menginspirasi, diharapkan dapat jadi pedoman hidup ketika bermasyarakat.

Nenny berharap perpustakaan gendong bisa hadir di seluruh lembaga pemasyarakatan di Jabar. Pihaknya dengan tangan terbuka, siap memenuhi layanan terpadu peminjaman bukunya. Sebab, langkah yang dilakukan Kemenkumham Jabar dapat ikut mendobrak stigma rendah minat baca. ’’Saya bangga dan berterima kasih,’’ ucap dia.

 

Sumber :

https://sam-worthington.net/soal-teks-prosedur/

Posted on: October 1, 2019, by :