SDM Bersaing Ditengah Gempuran Teknologi 4.0

SDM Bersaing Ditengah Gempuran Teknologi 4.0

SDM Bersaing Ditengah Gempuran Teknologi 4.0

SDM Bersaing Ditengah Gempuran Teknologi 4.0
SDM Bersaing Ditengah Gempuran Teknologi 4.0

Revolusi teknologi 4.0 tak hanya mampu “menghilang” berbagai sistem tradisional

tetapi juga termasuk tenaga kerja. Kini sebagian besar perusahaan lebih banyak teknologi 4.0 sehingga tak heran nantinya dikhawatirkan tidak membutuhkan lagi tenaga HRD untuk perekrutan karyawan baru.
“Saat ini tak hanya usaha saja yang sudah berbasis online. Tetapi bisa jadi nanti profesi HRD pun ikut menghilang di masa depan,” beber Dr. Gancar Candra Premananto Msi, Direktur Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (21/9/2019).
Hal ini juga yang membuat Program Magister Manajemen FEB Unair menggandeng Human Capital Community (HCC) menggelar seminar Triple Leadership Forum 2019 di FEB Unair. Dalam seminar yang dihadiri oleh ratusan HRD SE Indonesia ini dibahas tentang tantangan revolusi 4.0 dan revolusi 5.0 dan bagaimana cara menghadapinya sehingga para HRD tak tergerus oleh sistem 4.0 yang ada saat ini.

“Kami pun perlu menggandeng HCC untuk mengorek berbagai informasi di dunia kerja

. Sehingga lulusan yang kami hasilkan pun tak sia – sia dan mampu menjawab tantangan di dunia serba online ini,” harap Gancar.
Baca Juga:

Ratusan Milenial Hadiri Bincang Pemilu di Kampus Unair
Komitmen Tingkatkan Kualitas Dokter, PAPDI Adakan PIN 63 Workshop

Hal yang sama juga diamini oleh Ami Sumarmi, Ketua Human Capital Community (HCC) yang mengakui HRD saat ini menghadapi tantangan terberat. Dibutuhkan sumber daya manusia bidang HRD yang benar-benar handal agar perusahaan pun berkembang lebih cepat. Bagian divisi HRD adalah ujung tombak dari perusahaan untuk menemukan dan menyeleksi SDM terbaik untuk berbagai posisi namun jika tim HRD pun sudah tak bisa mengikuti sistem 4.0 maka perusahaannya pun akan tertinggal.

“Saat ini perusahaan memang sangat butuh tim HRD yang competent, yang memang siap untuk memasuki dunia

industri jadi kampus pun tidak melulu memberijan teori di bangku kuliah tapi juga harus benar-benar dibekali dengan ilmu sehingga dia bisa langsung terjun langsung praktek mengaplikasikan ilmunya. Dan mencari kecocokan ini yang amat sangat sulit untuk sekarang ini diperlukan sinergi antara institusi pendidikan, lembaga pemerintahan dalam hal ini Disnaker hingga HRD perusahaan,” beber Ami.
Dalam seminar yang dihadiri oleh Disnaker Jatim, pihak Pelindo Marine Service, dosen hingga HCC sebagai pembicara ini juga memberikan reward khusus untuk para HRD perusahaan yang telah mampu menerapkan berbagai inovasi berbasis 4.0 di perusahaan mereka.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-palestina/

Posted on: November 14, 2019, by :