Sah, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Al Azhar Mesir

Sah, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Al Azhar Mesir

Sah, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Al Azhar Mesir

Sah, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Al Azhar Mesir
Sah, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Al Azhar Mesir

Setelah tiga tahun KBRI Kairo menjalin kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Mesir untuk mengajarkan Bahasa Indonesia, akhirnya Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa kedua di Al Azhar.
Berita Terkait
Rujak Bahasa

Dalam kurun waktu 3 tahun, pengajaran Bahasa Indonesia tersebut menujukkan

perkembangan yang sangat signifikan, di mana banyak dosen dan mahasiswa Al-Azhar dari lintas fakultas yang ikut serta menjadi pembelajar Bahasa Indonesia di universitas tersebut.

Mencermati kesuksesan tersebut, ditambah besarnya minat masyarakat Mesir terhadap Bahasa Indonesia, maka dipandang perlu untuk mengembangkan bahasa Indonesia yang lebih akademis.

Maka, lahirlah ide untuk membuka prodi Bahasa Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar yang diinisiasi Atdikbud KBRI Kairo, Dr. Usman Syihab.

Untuk merealisasikan ide tersebut, KBRI Kairo menggandeng berbagai stake holder terkait, baik dengan Al-Azhar maupun pihak-pihak di dalam negeri seperti: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (PPSDK- BPBP) Kemendikbud RI, Kemenristek Dikti RI, dan Kemenag RI.

Selain itu, KBRI Kairo juga menggandeng 3 perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar.

Tiga perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Gadjah Mada

(UGM), UIN (Universitas Islam Negeri) Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS).

Tiga perguruan tinggi inilah yang menjadi stake holder utama penyedia SDM pengajaran Bahasa Idoensia di Universitas Al-Azhar.

Untuk melakukan persiapan, para stake holder tersebut melakukan beberapa kali FGD (Focused Group Discussion), di mana salah satunya dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, yang saat itu dijabat Prof. Dr. Thaha Badri.

Setelah hasil FGD tersebut disampaikan secara remi kepada Rektor Al-Azhar dan kemudian dibahas di Sidang Senat Universitas Al-Azhar, di mana senat Univeristas Al-Azhar menyetujui untuk mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua di fakultas tersebut yang dimulai pada tahun akademik 2019/2020.

Sebagai tanda permulaan resmi pengajaran Bahasa Indonesia tersebut

, pada Rabu (9/10/2019), Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar bekerja sama dengan KBRI Cairo mengadakan ceremonial resmi, yang berlangsung di Aula Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar dan dihadiri oleh Duta Besar RI Kairo, Helmy Fauzy, Atdikbud KBRI Kairo, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, Rektor UGM (Prof. Dr. Panut Mulyono), Rektor UMS (Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.) dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim (Dr. M. Isroqunnajah, M.A.).

 

Baca Juga :

Posted on: November 30, 2019, by :