Melawan Korupsi Pendidikan
Posted in: Pendidikan

Melawan Korupsi Pendidikan

Melawan Korupsi Pendidikan

Melawan Korupsi Pendidikan
Melawan Korupsi Pendidikan

Rumini, seorang guru honorer melawan korupsi pendidikan. Dia dipecat oleh Dinas Pendidikan

dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan pada 3 Juni 2019 setelah membongkar pungli di SDN Pondok Pucung 02 pada Mei 2018. Sekolah tempat dia mengajar diduga melakukan pungutan pada wali murid berupa uang komputer, uang instalasi proyektor, uang kegiatan sekolah, sampai buku. Namun hasil investigasi Dinas Pendidikan dan Inspektorat nihil, alias tak ada pungli di SD itu. Lalu, pada 4 Juli lalu guru Rumini melaporkan pungli itu ke Mapolresta Tangsel.

Keberanian guru Rumini melawan pungli pendidikan patut kita dukung

. Gerakan moral lewat lewat petisi online  pun telah digagas oleh Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH). Sampai tulisan ini dibuat petisi sudah ditandatangani 241 orang.

Masih maraknya praktik pungli di sekolah berarti ada ketidakberesan dalam pengelolaan BOS. Mestinya BOS dapat mencukupi seluruh biaya pendidikan di sekolah. Bila sekolah masih menarik iuran dari orangtua murid yang harusnya biaya itu bisa dibiayai BOS, maka patut dicurigai jangan-jangan BOS tidak dikelola sebagaimana mestinya.

Bukan rahasia lagi bila BOS jadi sasaran korupsi. Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch

(ICW), dari 2005 hingga 2016 sebanyak 93 kasus korupsi terjadi di sekolah dengan kerugian negara sebesar Rp 136 miliar. Sebanyak 65 kepala sekolah dan 27 bendahara sekolah sudah ditetapkan menjadi tersangka korupsi.

Sekolah dengan BOS-nya menjadi “lahan basah” untuk mereka yang ingin menambah kekayaan dengan mudah. Karena jumlah BOS yang besar, meski dikorupsi masih tampak bisa membiayai berbagai program pendidikan. Ketidaktransparanan memudahkan oknum dan kelompok kejahatan menyelewengkan dana pendidikan serta terhindar dari pantauan publik.

 

Sumber :

https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/podcast-addict/