Perkembangan intelek, sosial dan bahasa
Posted in: Pendidikan

Perkembangan intelek, sosial dan bahasa

Perkembangan intelek, sosial dan bahasa

Perkembangan intelek, sosial dan bahasa

  1. Perkembangan intelek

Intelek berberarti kecakapan untuk berpikir, mengamati dan mengerti, kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, perbedaan , kecakapan mental yang besar dan pikiran atau intelegensi. Intelegensi merupak suatu kumpulan kemampuan seseorang yang memungkinkan memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkannya.

Dalam berpikir operasional terdapat dua sifat penting yaitu sifat deduktif hipotesis an bepikir pola operasional juga berpikir kombinatoris. Faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek yaitu bertambauhnya informasi yang disimpanseseorang sehingga ia mampu berpikir reflektif, banyaknya pengalaman masalah, adanya kebebasan berpikir.

  1. Bakat khusus

 Bakat mencakup 3 dimensi yaitu dimensi perseptual yaitu kemampuan mengadakan persepsi meliputi kepekaan indra, perhatian, orientasi waktu , luasnya daerah persepsi. Dimensi psikomotorik mencakup enam faktor meliputi keuaktan, impuls, kecepatan gerak, ketelitian, koordinasi, dan keluwesan. Dan dimensi intelektual meliputi lima faktor menilputi faktor ingatan, pengenalan, evaluatif, konvergen, dan berpikir divergen.

Bakat dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang perlu dikembangkan atau dilatih,kemapuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan atau latihan.

Jadi bakat dalah kemapuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan relatif yang bersifat umum atau khusus. Bakat khusus yang dimaksud adalah kemapuan dibidang tertentu. Bakat ini seperti bskst seni, matematika, bahasa, olahraga, musik, klerikal, guru, dokter.

Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan dorongan atau motivasi agar bakat dapat terwujud.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus yaitu terletak pada anak itu sendiri dan  lingkungan anak, faktor dari anak seperti tidak mempunyai minat, dan tidak memiliki motivasi. Dari lingkungan seperti orang tua kurang mampu untuk menyediakan kesempatan dan sarana pendidikan atau ekonomi yang tidak mencukupi.

Bakat kusus dapat diamati dengan melakukan  obsevasi terhadapa apa yang dikerjakan anak. Orang tua yang mengenali bakat anak dapat membantu sekolah dalam prosedur pemanduan anak berbakat dengan memberikan informasi yang dibutuhkan tentang ciri dan keadaan anak mereka.

  1. Perkembangan sosial

Lingkungan sosial memberikan banyak pengaruh terhadap pembentukan berbagai aspek kehidupan, terutam sosio-psikologis. Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa berhubungan dengan sesama manusia. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan sosial. Sepanjang hidup pola kehidupan sosial anak terbentuk.

Remaja adalah tingkat perkembangan  anak yang telah mencapai jenjang menjelang dewasa. Pada jenjang ini kebutuhan remaja telah cukup kompleks cakrawala interaksi sosial, dan pergaulan remaja telah cukup luas. Pergaulan remja banyak diwujudkan dalam bentuk kelompok, dalam bentuk penetapan pilihan kelompok yang diikuti di dasari oleh berbagai penimbangan, seperti moral, ekonomi, minat dan kesamaan bakat dan kemampuan. Masalah umum yang dihadapioleh remaja dan yang paling rumit adalah penyesuaian diri. Faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja yaitu keluarga, kematangan, status sosial ekonomi, pendidikan, dan kapasitas mental, emosi, dan intelegensi.

Dalam perkembangan sosial para remaja dapat memikirkan dirinya sendiri dan orang lain. Pemikiran terwujud dalam refleksi diri dan kritik hasil pergaulannya.

  1. Perkembangan bahasa

Sesuai dengan fungsinya bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemapuan bahasa, bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang yang terbentuk dari lingkungan. Faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu umur anak, kondisi lingkungan, kecerdasan anak, status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi fisik.

Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain. Seseorang yanng rendah kemampuan berpikirnnya akan mengalami kesulitan dalam menyusun bahasa yanng baik, logis, dan sistematis. Menyampaikan dan mengambil makna ide dan gagasan merupakan proses berpikir yang abstrak. Ketidaktepatan dan kekaburan persepsi yang diperolehnya. Ketidaktepatan hasil pemrosesan pikir ini diakibatkan kekurangmampuan dalam bahasa.

Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan bahasa remaja dan impilkasinya dalam penyelenggaraan pendidikan yaitu dengan cara melakukan pengulangan pelajran yang telah disusun ulang oleh siswa, menambah pembendaharaan bahasa dengan menambah pembendaharaan bahasa yang dipilih secara tepat oleh guru.


Baca Juga: