Tasawuf
Posted in: Pendidikan

Tasawuf

Tasawuf

Tasawuf

Secara etimologi, kata tasawuf (التصوف) berasal dari bahasa arab. Pertama, dari kata Shuf artinya bulu domba. Dulu orang-orang sufi (pakar tasawuf) biasanya memakai pakaian dari bulu domba yang kasar sebagai lambang kesederhanaan dan kesucian. Kedua, dari Ahl Al-Suffah berarti orang-orang yang ikut hijrah dengan Nabi dari Mekkah ke Madinah dan meninggalkan harta, rumah, dan tidak membawa apa-apa.

Karenanya mereka tinggal di serambi masjid dengan tidur diatas batu dengan memakai pelana dan pelana itupun disebut Suffah.Ketiga, dari kata Shafi atau Sufi yang berarti suci. Orang-orang ahli tasawuf adalah orang-orang yang mensucikan dirinya dari hal-hal yang berbau keduniawian. Keempat, dari kata Sophia atau Sophosyang berasal dari bahasa Yunani, berarti hikmat atau hikmah atau filsafat. Kelima, dari Saf  berarti barisan. Karena pada saat itu orang-orang sufi sering melaksanakan shalat di barisan pertama karena ingin mendapatkan kemuliaan yang lebih utama.

Sedangkan menurut istilah, ada beberapa pakar ahli tasawuf yang mengutarakan pendapatnya mengenai ini seperti :

  1. Ma’ruf al-Kurhi, tasawuf ialah berpegang pada apa yang hakiki dan menjauhi sifat tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia.
  2. Ahmad al-Jariri, tasawuf adalah masuk kedalam setiap akhlak yang tinggi (mulia) dan keluar dari setiap akhlak yang rendah (tercela).
  3. Dzu al-Nun al-Mishri bahwa tasawuf adalah usaha mengalahkan segala-galanya untuk memilih Allah, sehingga Allah pun akan memilih seorang shufi dan mengalahkan segala sesuatu.
  4. Abu Yazid al-Bustami, tasawuf sama dengan sifat al-Haqqi.

Dari pengertian tasawuf secara istilah maupun bahasa dapat dikelompokkan menjadi beberapa kesamaan dan juga perbedaan alasan pendapat para ahli seperti :

  1. Berdasarkan objek kajian dari tasawuf

Pendapat dari Ma’ruf al-Kurhi dan Ahmad al-Jariri, sama-sama mendefinisikan tasawuf dari segi perbuatan ataupun akhlak seseorang. Karena menurut mereka tasawuf itu berkaitan erat dengan akhlak seseorang dan akhlak yang mulia serta meninggalkan akhlak tercela.

  1. Berdasarkan sifat-sifat Allah

Pendapat Abu Yazid al-Bustami sangat berbeda dari pendapat-pendapat para ahli yang lainnya karena Beliau mendefinisikan tasawuf dengan sifat Allah. Karena menurutnya, orang sufi atau yang telah sangat dekat dengan Allah maka sifat Allah akan dikenakan oleh hamba-Nya.

Dapat disimpulkan dari beberapa ahli bahwa tasawuf menurut istilah adalah sarana untuk memperbaiki akhlak manusia agar jiwanya menjadi suci, sekaligus sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya.

Adapun menurut penulis, yang dimaksud dengan tasawuf adalah suatu kajian ilmu Islam yang membahas mengenai cara mendekatkan diri kepada Allah dengan sebenarnya-benarnya (kaffah) dan juga untuk memperbaiki dan memperindah diri dengan akhlak yang bersumber dari ajaran agama Islam yang sesuai aturan Allah.


Sumber: https://youtubers.id/cultures-apk/