Posted in: Pendidikan

Pada Masa Bani Abbasiyah

Pada Masa Bani Abbasiyah

Meskipun Abu Al- Abbasiyah  ( 750 – 754 M ), yang mendirikan dinasti ini, orang dibelakang  yang  berperan  penting  ialah  Al- Mansur ( 754 – 775 M ). Sebagai khalifah yang baru , ia banyak berhadapan dengan musuh – musuh menjatuhkanya terutama golongan Bani Umayah, golongan khawarij, bahkan kaum syi’ah.  Al- Mansur merasa kurang aman ditengah – tengah arab maka ia mmendirikan ibu kota baru sebagai ganti damaskus, yaitu Baghdad.Dalam bidang pemerintahan Al- Mansur mengadakan tradisi baru dengan mengangkat wazir yang membawahi kepala- kepala departemen.

Al- Mahdi ( 775 – 785 M ), menggantikan khalifah Al- Mansur sebagai khalifah, dan dimasa pemerintahanya perekonomian mulai meningkat .Demikian pula dagang transit antara timur dan Barat juga membawa kekayaaan. Basrah menjadi pelabuhan yang penting.

Pada zaman Harun Al- Rasyid ( 785- 809 M ), Kekayaan yang banyak , dipergunakan al –rasyid   untuk keperluan social. Rumah sakit didirikan, pendidikan dokter di pentingkan, dan farmasi dibangun. Di ceritakan dibaghdad mempunyai 800 dokter. Harun Al- Rasyid adalah raja besar pada zaman itu .  Pada masa dinasti abasiyah inilah, perhatian pada ilmu pengetahuan dan filsafat yunani memuncak, terutama pada zaman Harun Ar- Rasyid dan Al- Ma’mun. Buku- buku ilmu pengetahuan dan filsafat didatangkan dari Bizantium, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa arab. Bait Al hikmah bukan hanya pusat penerjemahan tetapi juga akademi yang mempunyai perpustakaan. Cabang ilmu pengetahuan yang diutamakan bait al hikmah ialah ilmu kedokteran, matematika, optika, fisika, astronomi, dan sejarah disamping filsafat.

Ringkasnya , periode ini adalah periode yang tertinggi dan mempunyai pengaruh, sungguh pun tidak secara langsung.

Peradaban Islam Masa Tiga Kerajaan Besar

Masa Tiga Kerajaan Besar ( 1500 – 1800 M ). Masa ini dibagi kedalam dua fase, yaitu fase kemajuan dan fase kemunduran.

  1. Fase Kemajuan ( 1500 – 1700 M )

Fase kemajuan ini merupakan kemajuan Islam II, Tiga kerajaan besar yang dimaksud adalah Kerajaan Utsmani di Turki, Kerajaan Syafawi di Persia, Dan Kerajaan Mughal di India.  Sultan Mahmud Al- Fatih ( 1451 – 1481 M ) dari kerajaan Utsmani  mengalahkan kerajaan Bizantium, dengan menduduki Istambul  pada tahun 1453 M. Masing – masing dari ketiga kerajaaan besar tersebut mempunyai masa kejayaan sendiri, terutama dalam bentuk Literatur dalam bahasa turki. Pada masa- masa sebelumnya , pengarang – pengarang Turki menulis dalam bahasa Persia.

Dalam bidang Arsitek , sultan – sultan mendirikan istana – istana, masjid, benteng,  dan sebagainya.  Diantara masjid – masjid yang terkenal ialah masjid Aya Sofia, yang pada mulanya   gereja, tetapi di ubah menjadi masjid. Dan masjid  Sulaimania di Istambul, masjid dalam bentuk arsitek Ottoman didirikan juga diluar daerah Turki seperti masjid Mukhamad Ali di kairo.

Di India, bahasa Urdu juga meningkat menjadi bahasa literatur  dan menggantikan bahasa persia, yang sebelumnya dipakai di kalangan istana sultan – sultan Delhi. Gedung – gedung bersejarah yang ditinggalkan periode ini, antara lain Taj mahal di Agra, Benteng Merah, Jama Masjid, istana – istana, dan gedung – gedung pemerintahan di Delhi. Sultan – sultan Dughal juga  ,  makam- makam yang indah. Persia juga mempunyai masjid – masjid indah yang didirikan pada periode ini, seperti masjid besar Isfahan.

Akan tetapi perhatian pada ilmu pengetahuan kurang sekali dan ilmu pengetahuan diseluruh duniapun memang merosot.  Kemajuan islam II ini lebih banyak merupakan kemajuan dalam lapangan politik dan jauh lebih kecil dari kemajuan islam I. Pad saat yang sama , barat mulai bangkit, terutama dalam terbukannya jalan ke pusat rempah – rempah dan bahan mentah di timur jauh, Melaului Afrika selatan dan dijumpainya Amerika oleh Colombus pada tahun 1492 M. Akan tetapi , sebagaimana diterangkan Mc Neill, dibandingkan kekuatan Eropa pada waktu itu, kekuatan islam masih lemah.

Sumber: https://multiply.co.id/