Pertukaran Kation dan Anion
Posted in: Umum

Pertukaran Kation dan Anion

Pertukaran Kation dan AnionPertukaran Kation dan Anion

Pertukaran kation dan anion adalah pertukaran anion yang diubah menjadi beberapa bentuk. Pertukaran ion adalah proses dimana satu bentuk ion dalam senyawa dipertukarkan untuk beberapa bentuk, yaitu kation ditukar dengan kation dan anion ditukar dengan anion. Pertukaran ion berlangsung secara reversibel dan dapat diregenerasi atau diisi dengan ion-ion yang diinginkan melalui pencucian dengan ion-ion yang berlebih. Pertukaran ion secara luas digunakan untuk pengolahan air dan limbah cair, terutama digunakan pada proses penghilangan kesadahan dan dalam proses demineralisasi air. Kapasitas penukaran ion ditentukan oleh jumlah gugus fungsional per-satuan massa resin. Dalam hal ini, bentuk pertukaran ion terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
  • Penukar kation yaitu pertukaran ion yang bermuatan positf
  • Penukar anion yaitu pertukaran ion yang bermuatan negatif
  • Pertukaran atmosfer yaitu dapat melakukan pertukaran baik kation maupun anion secara simultan.
Proses pertukaran ion terjadi secara berkelanjutan sampai resin telah jenuh dengan ion yang ditukarkan. Oleh karena itu, jika resin telah jenuh dengan ion yang dipertukarkan, maka dapat diregenerasi dengan asam atau basa (Ita Ulfin, 2013).

3. Keasaman Tanah: Proses dan Pengelolaan

Larutan tanah adalah air tanah yang mengandung ion-ion terlarut yang merupakan hara bagi tanaman. Konsentrasi ini sangat beragam dan tergantung pada jumlah ion terlarut serta jumlah bahan pelarut atau air.  Di waktu musim kering dimana air banyak menguap maka konsentrasi garam akan bertambah, hal ini ditemukan di daerah yang memiliki iklim kering. Sebaliknya di daerah yang basah konsentrasi garam sering berubah-ubah secara drastis. Kadar garam yang tinggi berbahaya bagi pertumbuhan tanaman. Kadar garam sebanyak 0,5 % saja sudah berbahaya bagi tanaman karena kadar tersebut sama dengan 10 ton garam di lapisan 20 cm teratas (lapisan olahan) (Rismunandar, 2001).

Reaksi tanah yang penting adalah masam, netral atau alkalin. Pernyataan ini didasarkan pada jumlah ion H dan OH dalam larutan tanah. Bila didalam tanah ditemukan ion H lebih banyak dari ion OH, maka disebut masam. Bila ion H sama dengan OH, maka disebut netral, dan bila ion OH lebih banyak dari ion H maka disebut alkalin. Berdasarkan pengertian, sifat reaksi tersebut dinilai berdasarkan konsentrasi ion H dan dinyatakan dengan pH. dengan kata lain, pH tanah = -log (H) tanah. Suatu tanah disebut masam dengan 7, dan basa bila lebih dari 7. Bila konsentrasi ion H bertambah maka ion pH turun dan sebaliknya bila konsentrasi ion OH bertambah pH naik. Distribusi ion H dalam tanah tidak homogen. Ion H lebih banyak diserap dari pada ion OH, maka ion H lebih pekat didekat permukaan koloid, sedangkan ion OH sebaliknya dengan demikian pH lebih rendah di dekat koloid daripada tempat yang jauh dari koloid (Agus et.al,2008).

 

Kisaran pH tanah mineral biasanya terdapat antar pH 3,5 sampai 10 atau lebih, untuk tanah gambut kisaran pH nya adalah sekitar kurang dari 3,0 , sebaliknya tanah alkalin biasanya bisa menunjukan pH lebih dari 11,0 . secara sederhana kisaran pH tanah itu ditunjukan pada gambar 7-3. Kisara pH tanah mineral di daerah basah berbeda dengan daerah kering. Di wilayah basah kisaran pH itu berada antara sedikit dibawah 5 hingga sedikit diatas 7. Sedangkan di wilayah kering berada sedikit antara di bawah 7 dan diatas 9 (Hardjowigeno, 2003).