Posted in: Kesehatan

Aliran asy’ariyah

Aliran asy’ariyah

Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap paham Muktazillah yang dianggap menyeleweng dan menyesatkan umat Islam. Dinamakan aliran Asy’ariyah karena dinisbahkan kepada pendirinya, yaitu Abu Hasan al-Asy’ari. Dan nama aslinya adalah Abu al-hasan ‘Ali bin Ismail al-Asy’ari, dilahirkan dikota Basrah (Irak) pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/ 935 M, keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r.a. dan Mu’awiyah r.a. Setelah keluar dari kelompok Muktazillah, al-Asy’ari merumuskan pokok-pokok ajarannya yang berjumlah tujuh pokok. Berikut ini adalah tujuh pokok ajaran aliran As’ariyah:

  1. Tentang Sifat Allah

Menurutnya, Allah mempunyai sifat, seperti al-Ilm (mengetahui), al-Qudrah (kuasa), al-Hayah (hidup), as-Sama’ (mendengar), dan al-Basar (melihat).

  1. Tentang Kedudukan Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah firman Allah dan bukan makhluk dalam arti baru dan diciptakan. Dengan demikian, Al-Qur’an bersifat qadim (tidak baru).

  1. Tentang melihat Allah Di Akhirat

Allah dapat dilihat di akhirat dengan mata kepala karena Allah mempunyai wujud.

  1. Tentang Perbuatan Manusia

Perbuatan-perbuatan manusia itu ciptaan Allah.

  1. Tentang Antropomorfisme

Menurut alAsy’ari, Allah mempunyai mata, muka, dan tangan, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Qamar ayat 14 dan ar-Rahman ayat 27. akan tetapi bagaimana bentuk Allah tidak dapat diketahui.

  1. Tentang dosa Besar

Orang mukmin yang berdosa besar tetap dianggap mukmin selama ia masih beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

  1. Tentang Keadilan Allah

Allah adalah pencipta seluruh alam. Dia milik kehendak mutlak atas ciptaan-Nya. Ketujuh pemikiran al-Asy’ari tersebut dapat diterima oleh kebanyakan umat Islam karena sederhana dan tidak filosofis.

 

 

Sumber :

https://aziritt.net/mengenal-esim-kartu-sim-di-google-pixel-2/