Posted in: Uncategorized

 Instrumen pengukur Gaya Hidup

 Instrumen pengukur Gaya Hidup

Gaya hidup yang berkembang di masyarakat merefleksikan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat itu sendiri. Untuk memahami bagaimana gaya hidup, sekelompok masyarakat diperlukan program atau instrumen untuk mengukur gaya hidup yang berkembang. Instrumen-instrumen tersebut disebut sebagai VALS 1 (value abd life style 1) yang terdiri dari:

  1. Outer directed

Merupakan gaya hidup konsumen yang jika dalam pembelian suatu produk harus sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma tradional yang telah terbentuk

  1. Inner directed

Merupakan konsumen yang membeli suatu produk untuk memenuhi keinginan dari dalam dirinya untuk memiliki sesuatu, dan tidak terlalu memikirkan norma-norma budaya yang berkembang

  1. Need driven

Merupakan konsumen yang membeli sesuatu yang didasarkan atas kebutuhan dan bukan keinginan sebagai pilihan yang tersedia.[9]

  1. Manfaaat karakteristik Gaya Hidup dalam Strategi Pemasaran

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh pemasar dari pemahaman gaya hidup konsumen, yaitu sebagai berikut:

  1. Pemasar dapat menggunakan gaya hidup konsumen untuk melakukan segmentasi pasar. Misalnya, produsen produk susu mengidentifikasi gaya hidup konsumennya. Diketahui tiga kelompok konsumen yang terdiri dari :
  2. Konsumen yang menginginkan kesehatan dan kebutuhan gizinya terpenuhi
  3. Kelompok yang sangat memerhatikan kandungan kadar lemak susu karena takut kegemukan
  4. Konsumen yang mengonsumsi karena kebiasaan saja.

Ketiga kelompok konsumen tersebut menjadi segmen pasar untuk produk susu. Berdasarkan pada tiga kelompok tersebut, pemasar dapat menawarkan dua jenis produk susu, yaitu produk dengan kadar lemak dan kandungan gizi yang normal. Produk ini diperuntukkan bagi konsumen kelompok kesatu dan ketiga. Jenis produk yang kedua yaitu susu yang mempunyai kadar lemak yang rendah, sehingga konsumen kelompok kedua akan menyukai produk itu.

  1. Pemahaman gaya hidup konsumen akan membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan. Berdasarkan contoh diatas, produk susu dengan kadar lemak dan kandungan gizi yang normal biisa diposisikan sebagai produk yang bisa dikonsumsi oleh siapa saja yang tidak bermasalah dengan berat badan. Adapun untuk produk yang mempunyai kadar lemak yang rendah, pemasar harus memposisikanproduk itu sebagai produk yang cocock untuk orang yang menghindari berat badan yang berlebih. Contoh iklan yang memposisikan produknya untuk orang-orang yang melakukan diet yaitu tropicana slim. Dalam iklan itu di gambarkan bagaimana pria dan wanita yang mengkonsumsi susu tropicana slim tetap langsing.
  2. Jika gaya hidup telah diketahui, maka pemasaran dapat menempatkan iklan produknya pada media-media yang paling cocok. tentu ukuran cocok ialah medi mana yang paling banyak dibaca oleh kelompok konsumen itu. Dengan perkataan lain, kemampuan media dalam menjangkau segmen sasaran merupakan kriteria yang sangat penting dalam pemilihan media. Seperti contoh diatas, produk susu yang kadar lemaknya rendah mempunyai segmen wanita yang melakukan diet. Dengan demikian kriteria media yang paling cocok untuk iklan adalah media yang sering dibaca oleh kaum wanita.
  3. Mengetahui gaya hidup konsumen, berarti pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntutan gaya hidup mereka. Ketika para wanita muda dan setengah baya banyak yang menginginkan tubuh yang langsing dan tetap energik, pemasar dapat mengembangkan produk susu yang mengandung kadar lemak yang rendah, tetapi dengan kandungan gizi yang lengkap seperti yang dilakukan oleh produsen tropicana slim diatas.[10]

    Recent Posts