Posted in: Budidaya

Pengertian Gaya Hidup Konsumen

Pengertian Gaya Hidup Konsumen

Pengertian gaya pada dasarnya adalah suatu jenis ekspresi dasar dan berbeda yang muncul dalam bidang usaha manusia.[1]

Secara sederhana gaya hidup (Life Style) dapat diartikan sebagai bagaiman suatu pola individu dimana orang hidup untuk menghabiskan waktu serta uangnya.[2]

Gaya hidup didefinisikan oleh bagaimana seseorang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungan, dan apa yang mereka pikirkan tantang diri mereka sendiri dan juga di dunia sekitar mereka.

Gaya hidup adalah konsep yang lebih kontemporer dan lebih komprehensif dibandingkan dengan kepribadian. Karena itulah perhatian yang sangat besar harus dicurahkan pada upaya memahami konsepsi dari gaya hidup itu sendiri. Gaya idup suatu masyarakat akan berbeda dengan masyarakat lainnya. Bahkan dari masa ke masa gaya suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis dan biasanya tidak permanen dan cepat berubah. Sebagai contoh karena seseorang mungkin mengganti dengan cepat model dan merek pakaiannya karena menyesuaikan dengan perubahan hidupnya.

Menurut pendapat Plummer dan Assael yang menekankan bahwa ada tiga hal yang penting yang dapat digunakan untuk mengevaluasi gaya hidup konsumen sehari-hari yaitu: apa yang mereka rasakan, bagaimana sikap dan opini mereka terhadap berbagai fakta kehidupan.[3]

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah gambaran bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya yaitu bagaimana ia hidup, memanfaatkan hidupnya, menghabiskan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa dan kesukaan.

  1. Faktor-faktor Gaya Hidup Konsumen

Faktor-faktor yang memengaruhi gaya hidup seseorang itu ada dua faktor yaitu:

  1. Faktor Psikologi (internal) yang meliputi:
  2. Personality

Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan cara berprilaku yang menetukan perbedaan perilaku dari setiap individu.

  1. Sikap

Sikap berarti suatu keadaan jiwa dan keadaan pikir yang dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu objek yang diorganisasi melalui pengalaman dan mempengaruhi secara langsung pada perilaku.

  1. Pengalaman dan Pengamatan

Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan sosial dalam tingkah laku. Pengalaman dapat diperoleh dari semua tindakannya dimasa lalu dan dapat dipelajari melalui belajar, orang akan dapat memperoleh pengalaman.

  1. Konsep Diri

Konsep diri sudah menjadi pendekatan yang dikenal amat luas untuk menggambarkan hubungan antara konsep diri konsumen dengan image merek

  1. Faktor Sosial (eksternal) yang meliputi:
  2. Kelompok Referensi

Kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. kelompok yang memberikan pengaruh langsung adalah kelompok dimana individu tersebut menjadi anggotanya dan saling berinteraksi, sedangkan kelompok yang memberi pengaruh tidak langsung adalah kelompok dimana individu tidak menjadi anggota didalam kelompok tersebut. Pengaruh-pengaruh tersebut akan menghadapkan individu pada perilaku dan gaya hidup tertentu.

  1. Keluarga

Keluarga memegang peranan terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap dan perilaku individu. Hal ini karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasan anak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya.

  1. Kelas Sosial

Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat, yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang, dan para anggota dalam setiap jenjang itu memiliki nilai, minat, dan tingkah laku yang sama.

  1. Budaya

Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, meliputi ciri-ciri pola pikir, merasakan, dan bertindak.[4]

sumber :

https://promo-honda.id/sabak-dari-babylonia-timbulkan-spekulasi-penemu-trigonometri/